sepinya malam tak sesepi hati
suasana beku bersama jiwa ini
hembusan angin malam
menusuk tulang, tak dirasa
akankah hati ini turut beku? mati rasa?
rapuh, hancur, tak berbentuk
bertahan? tak mungkin
hilang sudah,
angan yang dipupuk dengan harap
do'a turut menyertai
apakah, apakah semua benar?
haruskah diam?
atau bertindak?
gundah hati, kabut menutup mata
kaki tak berdaya, luruh bersama pekatnya malam
kapan semua berhenti?
rintihan ini, jeritan ini, tangisan ini
lara hati, lara jiwa, lara raga
kuatkah?
berharap dan berharap
angin malam berhembus
memberi ketenangan
burung malam berkicau
seakan berbincang
bulan tak tampak, tinggal bintang
sendiri, ia bisa
dengan kekuatannya
DIA BISA!
haruskah dicoba?
harus, harus, dan harus!
tapi malam tetap malam
dengan segala kepekatannya
yang kasat serta yang tak kasat mata
tertarik tuk melihat
melihat semua lirihan hati
tanpa rengkuhan hangat
hanya dinginnya angin malam
tanpa perapian hangat
hanya es beku di hati
jiwanya telah hilang, pergi
mengembara, tanpa tujuan
tinggal menunggu seseorang
yang akan membawanya pergi
menjauh dari fana
kembali ke kekekalan
kuat tanpa tangisan, tak berontak
karena jiwa raganya tlah berlalu, beku
suasana beku bersama jiwa ini
hembusan angin malam
menusuk tulang, tak dirasa
akankah hati ini turut beku? mati rasa?
rapuh, hancur, tak berbentuk
bertahan? tak mungkin
hilang sudah,
angan yang dipupuk dengan harap
do'a turut menyertai
apakah, apakah semua benar?
haruskah diam?
atau bertindak?
gundah hati, kabut menutup mata
kaki tak berdaya, luruh bersama pekatnya malam
kapan semua berhenti?
rintihan ini, jeritan ini, tangisan ini
lara hati, lara jiwa, lara raga
kuatkah?
berharap dan berharap
angin malam berhembus
memberi ketenangan
burung malam berkicau
seakan berbincang
bulan tak tampak, tinggal bintang
sendiri, ia bisa
dengan kekuatannya
DIA BISA!
haruskah dicoba?
harus, harus, dan harus!
tapi malam tetap malam
dengan segala kepekatannya
yang kasat serta yang tak kasat mata
tertarik tuk melihat
melihat semua lirihan hati
tanpa rengkuhan hangat
hanya dinginnya angin malam
tanpa perapian hangat
hanya es beku di hati
jiwanya telah hilang, pergi
mengembara, tanpa tujuan
tinggal menunggu seseorang
yang akan membawanya pergi
menjauh dari fana
kembali ke kekekalan
kuat tanpa tangisan, tak berontak
karena jiwa raganya tlah berlalu, beku

